Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innal hamda lillah, nahmaduhu,
wa nasta ‘inuhu, wa nastagfiruh. wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa, wa
min syai’ati a’malina. Mayyahdihillah fala mudillalah wamayyudlilhu fala
hadialah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikallah. Wa asyhadu anna
muhammadan abduhu warrosuluh
Bapak Ibu saudara-saudari kaum muslimin yang Semoga
senantiasa dirahmati Alloh.
Baru saja kemarin di akhir tahun 1444 Hijriyah yaitu bulan Dzulhijjah
kita lalui. Dzulhijjah adalah bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender
Hijriah, dan merupakan bulan yang paling agung dan penuh kebaikan. Nama
Dzulhijjah berasal dari kata hajj, yang berarti haji atau berkunjung. Hal ini
karena pada bulan ini, umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di tanah suci
Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan
pengorbanan bagi umat Islam, di mana di dalamnya umat islam melaksanakan ibadah
qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari raya Idul Adha.
Hari ini sudah memasuki 1 muharrom tahun baru 1445 Hijriyah.
Coba kalau mungkin kita hitung-hitungan kira-kira dalam kurun waktu 1 tahun ini,
ibarat sudah diberi modal sama Allah itu umur setahun kira-kira kulo panjenengan bati nopo mboten. Jadi
umur 1 tahun 360 hari itu modal, Allah itu memberikan kita modal, modal umur setahun coba buat apa?
Eeh... malah kebanyakan disia-siakan, dilewati begitu saja
tidak sedikit bahkan digunakan sekedar untuk bersenang-senang bahkan tidak
sedikit pula diantaranya justru malah dimanfaatkan untuk berbuat dosa dan
maksiat naudzubillahimindzalik. Kalau dilakukan atau digunakan untuk seperti
itu, jangankan bati/untung malah ya
bisa jadi bangkrut.
Dikasih modal setahun bukannya kemudian bekal akhirat kita bertambah,
bahkan yang bertambah dosa dan kesalahan kita. Layak Jika Allah ta'ala itu
berfirman:
wal-‘aṣr
Demi Waktu
innal-insāna lafī
khusr
sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
Jadi kalau kaitannya dengan waktu, kaitannya dengan umur,
kebanyakan manusia rugi. Kenapa? Tadi umur yang diberikan oleh Allah itu barang
mahal tapi ternyata disia-siakan. Umur yang Allah berikan kepada kita itu
adalah sesuatu yang sangat bernilai tapi kemudian justru malah disepelekan. Maka
kita berharap andai bisa kita itu keluar dari status al-husri, dari status
khusrin tadi status kerugian.
Adakah orang yang bisa keluar dari status khusrin? Ada yaitu
orang yang bisa memanfaatkan nikmat umurnya untuk apa?
illallażīna āmanụ
Umurnya bisa digunakan untuk menambah keimanan.
wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti
Dikasih umur, umurnya digunakan untuk amal soleh.
wa tawāṣau bil-ḥaqqi
Diberi nikmat umur, umurnya digunakan untuk saling
menasehati kon pada tetep di atas kebenaran.
wa tawāṣau biṣ-ṣabr
Dikasih umur 1 tahun digunakan untuk saling menasehati,
untuk sabar di atas kebenaran.
Nah... orang yang bisa seperti itu, inilah orang yang
beruntung yang dikecualikan oleh Allah dari status husrin tadi. Jadi kita tidak
termasuk orang yang merugi, karena kita bisa memanfaatkan umur kita satu tahun
untuk menambah kebaikan-kebaikan kita.
Dari situ kaum muslimin kita syukuri Alhamdulillah, masih
diberi umur sampai di awal tahun semoga kita tahun yang baru ini masih diberi
kesempatan hidup sehat, diberi Rahmat sehingga kemudian bisa berbuat
kebajikan-kebajikan... Insyaallah.
Wallahu a'lam
bishawab
Ada benarnya dari Allah ada salahnya dari diri kami pribadi.
'Subhanaka allahumma
wa bihamdika, asyhadu alaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.’
Wa sholallahu ala
nabiyyina muhammad, wal hamdu lillahi rabbil 'alamin.
Billahi taufik wal
hidayah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.