Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innal hamda lillah,
nahmaduhu, wa nasta ‘inuhu, wa nastagfiruh. wa na’udzu billahi min syuruuri
anfusinaa, wa min syai’ati a’malina. Mayyahdihillah fala mudillalah wamayyudlilhu
fala hadialah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikallah. Wa asyhadu
anna muhammadan abduhu warrosuluh
Bapak Ibu saudara-saudari kaum muslimin yang Semoga
senantiasa dirahmati Alloh.
Kalau mungkin kita lihat, sepertinya perubahan angka tahun
1444 jadi 1445 kayaknya biasa-biasa saja, ora
krasa tapi kalau kita mungkin berbicara fisik kadang mulai kerasa. Wajah
yang mulai keriput, rambut yang kemarin
hitam mulai muncul putih di sana sini, boyoke kadang sudah mulai pegel, gulune mulai kaku, sirahe kadang kerasa mumet, sikile
katanya asam urat, tanda-tanda apa? Tua. Tapi cok ora krasa, soalnya kenapa? jiwanya masih 27 tahun terus.
Padahal sudah pensiun rasanya masih 30 tahun terus dan seterusnya.
Nah padahal bapak Ibu kaum muslimin yang Semoga senantiasa
dirahmati Alloh, dengan bergantinya hari berarti ada bagian tubuh kita yang
lepas dan tidak akan pernah kembali, dengan bergantinya tahun berarti jatah
umur kita di dunia justru semakin berkurang.
Untuk itulah dengan berganti ke tahun 1445 Hijriyah kita
perlu Muhasabah, secara bahasa artinya etung-etungan,
yang dimaksud Muhasabah itu apa mawas diri, ngilo, bercermin, evaluasi ,introspeksi, perjalanan kita satu tahun
di tahun 1444 itu seperti apa, karena hari ini mungkin sama pedagang pengusaha-pengusaha
juga sedang itung-itungan bati apa ora bisnisnya dalam waktu 1
tahun. Nah kita bisnis dengan siapa? Bisnis dengan Alloh, yang dijual apa?
Amal-amal, kira-kira kita nek umurnya 1 tahun harusnya tambahnya berapa, pahalanya berapa dan
seterusnya. Eh umurnya setahun kok ganjarannya malah Ora tambah, sing tambah dosane
berarti untung apa rugi?
Kenapa perlu muhasabah? Sebenarnya tidak Cuma 1 tahun
sekali, tapi setiap hari kita dianjurkan untuk muhasabah, salah satunya coba
untuk melaksanakan apa yang disampaikan Umar Bin Khattab dalam satu riwayat,
Umar pernah berkata;
hasibu anfusakum
qabla antuhasabu
Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Maksudnya hisab pertama di sini mendahuluikan menghisap
diri hasibu anfusakum hisaplah diri
kalian ya berarti ketika di dunia ini kita itu banyak introspeksi banyak
Muhasabah banyak melakukan evaluasi qabla
antuhasabu sebelum kita semua besok akan dihisab, kapan? Besok di hari
kiamat karena salah satu inti daripada iman kepada hari akhir adalah seseorang
yakin bahwa dirinya hidup di dunia pasti akan mati, mati kemudian jadi hancur
tulang-tulang jadi tanah.
Eh besok bakal dihidupkan kembali, untuk apa? Tadi untuk
mempertanggungjawabkan apa-apa yang pernah kita perbuat dalam kehidupan dunia.
Makanya Umar mengatakan sebelum dihisab ayo banyak-banyak
menghisab diri, watazayyani lil ardil
akbar ayo hiasi amal-amal kita dengan amal-amal yang bajik sebelum
disodorkan kepada al-akbar, al-akbar itu siapa? Allah yang Maha Besar.
Sekarang mumpung masih hidup ayo pokoknya hidup kita umur
kita Waktu kita kalau bisa dihiasi dengan berbagai amal kebajikan. Selanjutnya
kata Umar;
Wainnamal yakhifu khisabu yaumal qiyamati
Sesungguhnya orang yang besaok di akhirat itu ringan
hisabnya.
Diantara doa yang diajarkan agar kita ringan hisabnya;
Allohumma hasibni
hisabay yasiro
Ya Allah hisablah daku dengan hisab yang mudah. Sing gampang sing enteng ini salah satu
keinginan kita itu. Kita yakin bahwa besok kita akan dihisab tapi kita berharap
termasuk orang-orang yang dimudahkan hisabnya Kenapa? manukisal
hisabay yahlik siapa orangnya kok penghisabannya diberatkan dibantah di
tentang, mesti binasa mesti disiksa kita tidak ingin masuk kategori yang
mendapatkan hisab yang buruk.
Lah ternyata Umar ngendiko;
wainna mayahiful hisabu yaumul kiamati
dan sesungguhnya orang-orang yang akan mendapat hisab yang
mudah besok dihari kiamat
alaman hasaban
nafsahu Fiddunya
itu akan diberikan kepada orang yang banyak menghisap
dirinya dalam kehidupan dunia .
Berarti nek kulo panjenengan sering menghisap
diri, muhasabah, introspeksi, besok di hari kiamat dihisab dengan hisab yang
mudah, dihisab dengan hisab yang ringan. Jadi 1 berdoa tapi juga harus banyak
introspeksi banyak mawas diri banyak Muhasabah. Doanya apa?
Allahumma hasibni
hisaban ya sira
Plus sering introspeksi, nah yang disampaikan Umar bin
khatab seperti itu.
Demikian Wallahu
a'lam bishawab
Ada benarnya dari Allah ada salahnya dari diri kami pribadi
'Subhanaka allahumma
wa bihamdika, asyhadu alaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.’
Wa sholallahu ala nabiyyina muhammad, wal hamdu lillahi rabbil 'alamin.
Billahi taufik wal
hidayah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.